Rabu, 12 April 2017

Kerajinan Kain Batik



1.Pengertian Kain Batik

Sumber: laurabtragueno.blogspot.com

   Kain batik adalah secarik kain yang mengalami proses percetakan gambar sebagai ragam hias. Proses ini menggunakan lilin batik (atau biasa disebut wax/malam) sebagai perintang warna. Mengapa disebut perintang warna? Lilin batik ini memiliki fungsi untuk mencegah penyerapan warna yang terlalu berlebihan ketika sampai pada proses pewarnaan. Sementara itu, batik sendiri sering kita anggap sebagai sebuah motif, bukan teknik pembuatan pada sebuah kain. Definisi batik telah ditetapkan pada Konvensi Batik Internasional yang diselengarakan di Yogyakarta pada 1997.



   

2. Jenis Batik Berdasarkan Cara Pembuatannya

    Kata"batik" berasal dari gabungan bahasa Proto-Austronesia dan bahasa Jawa, yaitu"becik", yang artinya membuat gambar atau tato. Dalam bahasa Jawa"amba" yang berarti menulis dan "nitik" artinya membuat titik.

   

    Berdasarkan cara pembuatannya, batik dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.


a. Batik Tulis



                                            Sumber: batiktulis-batikmadura.blogspot.com

 Batik Tulis adalah batik yang pada proses penggambaran lilin batiknya menggunakan canting dan dilakukan manual menggunakan tangan, tanpa bantuan mesin apa pun. Oleh karenanya, batik tulis lebih ekslusif dan mahal.


b. Batik Cap
                                                                   Sumber: wego.co.id


  Pada batik cap, proses penggambaran pada kain dilakukan oleh cap yang sudah memiliki bentuk motif batik sesuai yang diinginkan.

c. Kombinasi Batik Cap dan Tulis



                                                              Sumber: batikndreyon.com


    Pada batik kombinasi, proses penggambaran dengan lilin batik pada kain menggunakan teknik manual atau canting dan teknik cap. Jadi, merupakan kombinasi antara keduanya.
    
    Seiring dengan perkembangan teknologi tekstil juga permintaan akan pengadaan produksi kain batik secara besar-besaran, saat ini banyak beredar kain motif batik hasil print. Pembuatan batik print dilakukan dengan cara mencetak (printing) motif batik diatas sehelai kain. Selanjutnya, setelah proses pencetakan selesai, dilanjutkan dengan proses pewarnaan seperti halnya pada penyablonan, Jika dikaitkan dengan pengertian batik secara khusus, batik print tidak termasuk jenis batik karena tidak ada metode penghalang warna pada proses pembuatannya dan tidak menggunakan lilin batik pada kain.

  Pada perkembangan lebih lanjut, saat ini mulai dikenal suatu metode baru yang menghasilkan batik print malam. Batik print malam merupakan perpaduan antara sablon dan batik. Pada metode ini, materi yang dicetak ke atas kain bukan pasta sebagaimana pada teknik sablon, tetapi berupa lilin batik. Selanjutnya, kain tersebut mengalami proses pencelupan (pewarnaan) sebagaimana pada proses pembuatan batik tulis dan batik cap. Jika ditinjau dari sisi definisi batik, maka batik print malam dapat dikategorikan sebagai batik sebagaimana batik tulis dan batik cap.